9 Manfaat
Pucuk Pepaya/daun pepaya
yang masih muda (Teruji Luar
Biasa)
Siapa yang tidak mengenal buah pepaya? Buah ini
dapat dengan mudah kita jumpai di lingkungan sekitar kita. Merawat pohon pepaya
pun tidaklah sulit karena pohon pepaya dapat tumbuh dengan sendirinya di tanah
negeri Indonesia ini tanpa harus dirawat dengan metode khusus. Buah dari pohon
pepaya sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai solusi herbal masalah
pencernaan. Daunnya pun sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai herbal untuk
pengobatan berbagai penyakit.
Pucuk pepaya adalah bagian daun pepaya yang masih
pucuk atau muda. Pucuk pepaya ini bisa digunakan sebagai herbal alami untuk
mengobati ataupun mencegah beberapa penyakit seperti:
Menambah
Nafsu Makan
Manfaat pucuk pepaya untuk menambah nafsu makan
ini sebenarnya sangat berguna sebagai solusi alami anak yang memiliki kesulitan
makan. Hanya saja Anda mungkin perlu sedikit memutar otak untuk mengolah daun
pepaya yang rasanya memang pahit dan mungkin tidak disukai anak menjadi olahan
lezat bagi anak.
Atasi
Malaria dan Demam Berdarah
Pucuk daun pepaya sudah dikenal sebagai
anti-malaria. Sebagian perusahaan farmasi bahkan menggunakan ekstrak daun ini
untuk mengobati penyakit DBD. Ditemukan bahwa kandungan dalam daun pepaya dapat
meningkatkan produksi trombosi di dalam darah. Untuk penggunaan di rumah pucuk
daun pepaya bisa Anda buat sebagai jus. Rasanya mungkin tidak seenak jus pepaya
tapi Anda bisa menambahkan madu sebagai pemanis.
Atasi
Keputihan dan Nyeri Haid
Masalah keputihan ataupun nyeri haid ini merupakan
masalah yang sering dialami kaum hawa dewasa ini. Sudah banyak sekali obat yang
diproduksi untuk masalah ini akan tetapi tidaks semua obat cocok untuk
dikonsumsi. Cara paling aman dan efektif tentu saja menggunakan obat herbal.
Salah satunya adalah dengan menggunakan ekstrak pucuk daun pepaya. Caranya
adalah sebagai berikut:
Cuci
bersih beberapa lembar pucuk daun pepaya
Siapkan
1 liter air
Siapkan
akar alang-alang dan pulasari
Rebus
semua bahan dengan air sampai mendidih
Saring
air rebusan sebelum diminum
Cara kedua:
Siapkan
1 lembar daun pucuk pepaya
Siapkan
asam jawa dan garam
Siapkan
1 gelas air
Rebus
semua bahan hingga mendidih
Saring
air rebusan sebelum diminum
Anda dapat mengkonsumsi air ekstrak pucuk daun
pepaya tersebut setidaknya satu kali sehari untuk mengatasi masalah keputihan
dan nyeri pada haid.
Melancarkan
Sistem Pencernaan
Tanaman buah pepaya memang sering dikaitkan dengan
obat alami masalah pencernaan. Selain buah, pucuk daunnya pun dapat digunakan
sebagai herbal alami untuk atasi masalah pencernaan. Ditemukan bahwa pada daun
pepaya mengandung zat karpin yang memiliki kemampuan mengeliminasi bakteri
jahat pada sistem pencernaan.
Mencegah
Pertumbuhan Sel Kanker
Dalam sebuah penelitian dibuktikan bahwa daun
pepaya dapat mencegah pertumbuhan sel kanker pada tubuh. Rupanya hal tersebut
dikarenakan kandungan acetogenin yang terdapat pada getah putih daun pepaya.
Atasi
Ketombe
Senyawa karpain yang ditemukan pada daun pepaya
cukup efektif untuk mengurangi ketombe, minyak, dan kotoran yang menempel pada
rambut. Banyak juga produk sampo yang mulai menggunakan ekstrak daun pepaya
untuk masalah ketombe. Anda bisa meracik sendiri ramuan anti ketombe dari daun
pepaya ini di rumah. Caranya cukup dengan merebus beberapa lembar daun pepaya.
Nah, air rebusan inilah yang dapat Anda gunakan untuk mencuci rambut Anda.
Melembutkan
Kulit
Anda memiliki kulit yang kering dan kasar? Jangan
khawatir, manfaat pucuk daun pepaya yang satu ini berguna untuk mengatasi
masalah kulit kering dan kasar Anda.
Anti
Penuaan
Daun pepaya mengandung cukup banyak unsur amino
yang baik untuk menghambat tanda-tanda penuaan. Anda dapat menjadikan daun
pepaya ini sebagai masker wajah alami. Caranya dengan menjemur beberapa daun
pepaya hingga kering kemudian haluskan. Setelah daun menjadi halus tambahkan
sedikit air dan oleskan ke seluruh permukaan kulit wajah Anda.
Atasi
Masalah Kulit Wajah
Seperti yang kita sadari bahwa wajah sangat rentan
terhadap berbagai masalah kulit wajah seperti jerawat, bintik-bintik hitam, dan
terlihat kusam akibat kotoran yang menempel. Untuk masalah-masalah ini Anda
dapat menggunakan masker pucuk daun pepaya di sebagai solusi alami. Selain
hemat biaya caranya pun tidak terlalu sulit. Senyawa karpain pada daun pepaya
sangat ampuh melawan mikroorganisme yang memberi dampak buruk bagi kulit.
Caranya keringkan beberapa daun pepaya dan tumbuk/blender hingga halus sambil diberikan
sedikit air. Oleskan ke seluruh kulit wajah dan diamkan selama 10-30 menit.
Setelah masker dirasa kering bilas dengan air. Rasakan sendiri hasilnya untuk
kulit wajah lebih bersih.
Tips Hilangkan Rasa Pahit
Seperti yang mungkin kita ketahui banyak orang
tidak menyukai daun pepaya karena rasanya yang pahit. Penulis memiliki beberapa
tips yang mungkin berguna untuk menghilangkan rasa pahit dari daun pepaya,
diantaranya:
Rebus
daun pepaya yang telah dibersihkan dengan daun jambu biji. Setelah direbus
bilas dengan air. Nah daun pepaya hasil rebusan ini dapat diolah sesuai dengan
keinginan Anda.
Rebus
daun pepaya dengan garam sampai daun menjadi layu, kemudian bilas dengan air.
Setelah itu rebus lagi daun pepaya sampai matang untuk diolah sesuai dengan
resep yang Anda miliki.
Bahaya Daun Pepaya
Disamping manfaat yang dimiliki daun pepaya
rupanya juga memiliki beberapa resiko yang berbahaya bagi tubuh apabila
dikonsumsi berlebih, diantaranya:
Getah
pada daun pepaya dapat bersifat irritant, dermatogenic, dan vesicant pada kulit
yang sensitif. Untuk beberapa orang yang alergi mungkin dapat melukai dan
merusak jaringan kulit.
Beberapa
senyawa pada daun pepaya dapat memicu gastritis (radang dinding lambung),
rhinitis, dan asma.
Dapat
menimbulakn begah dan perut kembung apabila daun pepaya dikonsumsi berlebih.
Hal ini disebabkan kandungan vitamin C dan gas yang tinggi pada daun pepaya.
Enzim
papain pada daun pepaya dapat mengubah protein menjadi asam amino dan daunnya
bersifat dingin sehingga sangat berbahaya apabila dikonsumsi wanita yang sedang
mengandung.
Demikianlah manfaat dari pucuk atau daun muda
tanaman pepaya yang dapat memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh, juga
resiko dampak negatifnya apabila dikonsumsi secara berlebih atau pada kondisi
tertentu.





